-->

November 26, 2020

Banjir Batang Masumai, Apakah di Picu Oleh PETI? Camat Jawab Begini

 

Tangkapan layar postingan video Camat Batam Masumai/Foto : Facebook Jaya Kusuma



Tintajambi.id-Hujan yang kerap turun belakangan menyebabkan debit air Sungai Batang Masumai (Batam) di Kabupaten Merangin mengalami kenaikan secara signifikan. 



Melimpahnya volume air sungai yang berhulu di wilayah Sungai Manau ini, menyebakan banjir di 4 Desa di Kecamatan Batang Masumai.



Puluhan rumah terendam air, paling banyak ada di Desa Rantau Alai yang berada tepat setelah Desa Kaderasan Panjang yang juga sama-sama kebanjiran. Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.



Pemicu banjir, selain memang karena faktor alam, agaknya disinyalir juga tak lepas dari campur tangan manusia.



Hal itu, secara tersirat disinggung oleh Camat Batang Masumai Jaya Kusuma, melalui unggahan videonya di Facebook saat mengabarkan situasi terkini di area terdampak banjir pagi tadi, Kamis,(26/11).



Dalam video yang telah ditanggapi ratusan orang tersebut, tersemat caption "Bencana terjadi buah kesalahan kita bersama". Apakah yang dimaksud ada kaitannya soal keruskan ekosistem sungai karena PETI?



Penasaran, media ini mencoba melempar pertanyaan via pesan Whats Up, namun dirinya mengatakan bukan kapasitasnya menjawab apakah ada atau tidak pengaruh aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dalam banjir yang kini sedang terjadi diwilayahnya.



"Hahahaha. Kalau itu BPBD yang biso jawab", balasnya singkat sambil terbawak.


Baca juga : Breaking News! Jembatan Gantung Desa Karang Berahi Ambrol


Masih dalam percakapan tersebut, Camat lulusan IPDN ini juga menyampaikan kalau air sungai sudah mulai surut.



"Posisi air sudah mulai surut. Palingan terkendala akses (jalan,red) yang masih terganggu" tutupnya.


Baca juga: Batang Masumai Tak Luput Dari Terjangan Banjir, Rumah Penduduk Desa Rantau Alai Paling Banyak Terdampak



Sekedar tambahan, jika selama ini memang publik kerap menyebut kalau kondisi pendangkalan Sungai Batang Masumai dituding merupakan imbas dari aktivitas Penambangan Emas illegal disepanjang aliran sungai tersebut. (Hadi)