-->

November 14, 2020

Bos Catur, "Guru" Bagi Banyak Wartawan Merangin Tutup Usia

Novadiansyah atau familiar disapa Bos Catur./ Foto : Istimewa

Tintajambi.id- Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Kabupaten Merangin. Novadiansyah atau familiar disapa Bos Catur, salah satu wartawan kenamaan dengan segudang pengalaman itu dipanggil sang Illahi pada Jumat, 13 November 2020 pukul 18.30 wib.



Catur tutup usia setelah berjuang keras melawan penyakit diabetes yang dideritanya. 

Rumah duka yang berada di BTN Villa Mas RT 15 Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan malam itu sontak dipenuhi para pelayat yang beduyun ingin mengantarkan sang maestro jurnalistik keperistirahatan terakhir.

Meninggalnya owner media jejakjambi.com itu menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan seprofesinya, ucapan dukapun membanjiri grup-grup WA dan beranda Facebook.

Salah satunya dikutip dari postingan facebook Himun Zuhri , 


"Selamat Jalan Guruku Boss Chatur (Guru Wartawan-Ku) Semoga Amal Ibadahmu Diterima disi Allah. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan Beliau. Rasa Belum Percaya" 

Memang kesehariannya yang dikenal humoris, ramah, menghayati soal menulis dan sangat mudah bergaul membuat kenangan tentangnya sulit dilupakan dikalangan wartawan. 

Seperti kesan yang di sampaikan oleh Ufro Al dalam laman facebooknya:

"Selamat jalan Guruku, Sahabat, Senior, orang tua bagi saya. Beliau adalah orang pertama yang mengajari saya bagaimana menulis, berkecimpung di dunia Jurnalis.

"Fro tulisanmu bagus, semangat!!" begitu kata2 yang selalu beliau sampaikan saat bertahun2 mengabdi di Radar Sarko ketika itu.

Selamat jalan orang yang memiliki jasa besar dalam hidup saya. Insya Allah akan menjadi amal ibadah yang baik, Husnul Khotimah guru. Novadiansyah (Catur) adalah orang baik. Al Fatihah"

Hal lain yang juga pasti bakal dikenang adalah kata 'Bos' yang kerap dia pakai untuk menyebut atau memanggil lawan bicaranya, sebab itu pulalah rasanya kata itu jadi paten dan lekat tersemat kepadanya. 

Pria berkacamata itu meninggalkan seorang istri bernama Tika dan dua orang anak perempuan Olive dan Gwen. 

Tak dipungkiri semasa hidup dari bimbingan pria 43 tahun itu, sudah banyak lahir para pencari berita yang tulisannya banyak termuat dimedia cetak maupun online khususnya di Merangin, baik karena pernah satu managemen maupun ketika sama-sama liputan.

Karena jejak itulah banyak dari kami termasuk penulis, yang pernah satu managemen di matajambi.com merasa bahwa Bos Catur yang merupakan mantan wartawan Sumatera Ekspres, Redaktur Harian Pagi Jambi Independent, Redaktur Radar Sarko adalah guru, guru pembimbing dalam membuat karya jurnalistik.

Tadi malam, jenazah almarhum langsung diberangkatkan ke rumah orang tuanya di Palembang dan akan dimakamkan di TPU Kamboja Kota Palembang. 

Selamat jalan Bos Catur Novadiansyah, karyamu akan selalu dikenang. (Hadi)