-->

November 23, 2020

Kades Keroya Dikabarkan Sempat Jual Rumah Untuk Suksesi Pilkades, Sebelum Akhirnya Ditetapkan Tersangka

 

      Kantor Desa Keroya Kecamatan Pamenang/ Foto:Ist


Tintajambi.id- Kabar penetapan IR (47), Kepala Desa Keroya non aktif, Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin sebagai tersangka kasus korupsi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2019 menyisakan sekelumit cerita.


Dimana perjalanan IR untuk naik menjadi orang nomor satu di desanya nyatanya tidaklah semudah membalik telapak tangan.


Tahun 2016 lalu, saat berkontestasi di Pilkades, ia harus bersaing ketat dengan 4 kandidat lain untuk memperebutkan kursi kepala desa.



Demi memuluskan syahwatnya itu, dikabarkan yang bersangkutan sampai nekat menjual rumah satu-satunya yang ia tinggali bersama keluarganya.


Bahkan selain rumah, ia juga melego beberapa harta bendanya termasuk kendaraan pribadi yang kerap ia gunakan.



Sampai-sampai pasca dinyatakan menang ia dan keluarganya terpaksa harus tinggal sementara waktu di kantor desa.


Meski kemudian diketahui yang bersangkutan mendirikan tempat tinggal baru setelah resmi dilantik jadi Kepala Desa definitif.


"Dia waktu Pilkades dulu jor-joran sekali, sampai rumah dan beberapa harta bendanya juga dijual. Sudah menang dia langsung pindah ke Kantor Desa", ujar salah seorang warga Keroya kepada media ini, Senin (23/11).




Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Merangin pada Rabu, (18/11) telah menahan Kepala Desa Keroya non aktif, atas sangkaan melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan APBDes tahun 2019.



Dari hasil penyelidikan negara dirugikan hingga ratusan juta rupiah. Dari pagu anggaran keseluruhan yang dikelola tahun itu sebesar Rp 1.308.943.000. 


Baca juga : Ini Alasan ABG di Jambi Rela Unggah Video Bugilnya ke Situs Dewasa


Tersangka sendiri bakal dikenakan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Hadi)