-->

February 17, 2021

Proyek Jembatan Tantan: Pemkab Terhindar Tuntunan Ganti Rugi Ratusan Juta, Usai Pertemukan PLN dan BPJN IV Jambi


Suasana saat survey lokasi pembangunan jembatan Tantan yang terkendala tiang listrik milik PLN, foto:Edo


Tintajambi.id--Pembangunan duplikat jembatan Sungai Tantan di Kabupaten Merangin yang dianggarkan dari APBN 2020 dipastikan molor akibat terkendala tiang listrik milik PLN.


Pasalnya, selama ini pihak PLN ngotot minta ganti rugi hingga 280 juta kepada Pemkab Merangin untuk jasa pemindahan tiang jika ingin pembangunan jembatan tetap dilanjutkan.


Informasi yang didapat, tuntutan ke pihak Pemkab lantaran proyek jembatan tersebut berasal dari inisiatif yang diajukan Pemerintah Merangin sehingga pembebasan lahannyapun dianggap menjadi tanggung jawab Pemkab.


Karena Pemkab Merangin tak menyediakan anggaran untuk itu, guna mencari solusi maka dilakukan pertemuan di Aula Sapta Taruna Dinas PUPR Merangin dengan mengundang pihak terkait seperti PLN, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi yang juga dihadiri Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, DPRD Merangin serta di pimpin oleh Asisten II Setda Merangin Mardansyah Saidi, Selasa (16/2).


Rapat kemudian dilanjutkan dengan survey kelapangan dan didapati tempat tiang listrik PLN berdiri masuk Daerah Milik Jalan (DMJ) Nasional Lintas Sumatera.


"Iya, hasilnya sudah disepakati bahwa tiang PLN itu akan dipindahkan, karena 20 meter dari jalan merupakan wilayah DMJ," ujar Agung dari perwakilan BPJN IV Jambi di lokasi pembangunan jembatan.


Karena tiang tersebut masuk DMJ, masih kata Agung, maka pihak yang menginginkan pembangunan jembatan tidak dibebankan biaya ganti rugi.


"Oh gak pak, gak ada ganti rugi pak", imbuhnya kepada awak media.


Ia kembali menuturkan jika pemindahan tiang nantinya akan dilakukan gotong royong antara Pemda, PLN dan juga kontraktor pelaksana serta akan dilakukan secepatnya.


Sementara itu, ditempat yang sama, Dedi Yusmana, Kepala PLN Rayon Bangko,mengaku jika besaran ganti rugi ratusan juta yang pernah PLN ajukan hanya berdasar hitungan internal pihak PLN sendiri.


"Yang kemarin itukan masih itungan internal. Dan tadi sesuai kesepakatan pemda dengan pihak balai untuk sekarang kita eksisting bongkar terus pasang lagi saja bukan beli bahan baru", ujarnya.


Ia juga memperkirakan jika biaya jasa ini akan lebih rendah dibanding jumlah yang mereka hitung sebelumnya, meski mereka belum bisa merinci angkanya berapa.


"Jelasnya akan lebih rendah. Tapi kami belum bisa sampaikan berapa karena harus dihitung lagi", terangnya.


Dedi juga berterus terang jika biaya yang timbul  dibebankan kepada pihak ketiga atau pemilik pekerjaan.



"Jujur kalo dari kami anggaranya akan dibebankan ke pihak ketiga atau pemilik pekerjaan", tutupnya.


Untuk diketahui Merangin tahun 2020 lalu mendapat jatah 4 proyek pembangunan duplikat jembatan bernilai milyaran rupiah yakni Jembatan Sungai Rasau, Jembatan Batang Tabir, Jembatan Sungai Merangin dan terakhir Jembatan Sungai Tantan. (Hadi)