-->

February 06, 2021

Waduh, Kasmaran Dengan Wanita Beranak Tiga Kades Empang Benao 'Di Kambing'

 


Wanita yang dianggap memiliki hubungan spesial dengan kepala desa Empang Benao,foto: tintajambi.id


Tintajambi.id, Menimbulkan keresahan Kepala Desa Empang Benao Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin berinisial (HL) harus kena denda adat akibat kasmaran dengan warganya sendiri.


Kepada media ini, secara langsung wanita beranak tiga berinisial (D) yang merasa dipacari pak kades mengakui sendiri hubungannya meskipun kades masih berstatus suami orang.


Saat dibincangi dirumahnya, D juga menjelaskan kedekatannya dengan kepala desa berawal dari perhatian kades terhadap statusnya di media sosial dan berlanjut saling kirim pesan secara inten.


Ia mau menjalin hubungan lantaran kades berjanji akan menceraikan istrinya dalam waktu dekat.


"Sayo memang pacaran samo pak kades, sayo berani pacaran samo pak kades, karna pak kades bilang kalau jabatannya habis nanti mau ceraikan istrinya. Sayo jugo pernah makan bakso samo pak kades", ungkapnya terus terang, Sabtu (6/2/2021).


Ia juga menambahkan jika ia menganggap statusnya kini sudah menjanda karena sudah talak tiga dengan sang suami.


"Surat cerai sayo tanggal 9 besok juga keluar, jadi dimano salahnyo", elaknya.


Berita terkait: Bantah Pengakuan Dewi, Kades Empang Benao Menyebut Cuma Teman Curhat


Sementara itu, ditempat terpisah Ketua RW 04 Desa Empang Benao pun menuturkan skandal kades tersebut telah dijatuhkan denda adat melalui musyawarah sekitar seminggu lalu.


"Sudah didenda adat kemaren 2 ekor kambing,  1 kambing untuk denda dio kades perangai budak, 1 kambing lagi denda selingkuh anak istri orang" Ungkap Ketua RW tersebut.


Jatuh tempo penyerahan denda dijadwalkan tanggal 15 bulan ini.


Ketua RW itu juga menjelaskan bila Kepala Desa bakal meletakkan jabatannya setelah bayar utang denda kepada pegawai syara.


"Dia janji saat musyawarah tu, mau ngundur diri dari jabatan kades sudah bayar dendo",ucapnya.


Sayangnya sang kepala desa belum memberikan klarifikasi atas isu miring yang menerpa dirinya.


Saat media ini mendatangi alamat rumahnya yang tak jauh dari kediaman D, yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat. (Hs Sadikin)