-->

March 09, 2021

Bayar Denda Rp 200 Juta, Arfandi Mantan Sekda Merangin Terpidana Kasus Korupsi Akan Segera Bebas

Penyerahan uang denda oleh M. Zuherman yang merupakan pihak keluarga terpidana kepada Kejari Merangin/


Tintajambi.id--Setelah lebih kurang sembilan tahun menjalani hukuman badan, mantan Sekda Kabupaten Merangin Arfandi terpidana Tindak Pidana Korupsi pengelolaan atau penggunaan dana APBD Kabupaten Merangin anggaran 2007 akan segera menghirup udara segar bulan maret tahun ini.


Hal tersebut diketahui usai pihak keluarga memilih menyerahkan uang denda sebesar 200 juta rupiah kepada Kejari Merangin kemarin, Senin 8 Maret 2021.


Kejari Merangin Martha Parulina Berliana melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus ( Kasipidsus) Arliansyah membenarkan hal tersebut, kata dia, terpidana korupsi di Setda Merangin akan segera bebas usai membayar denda sebesar Rp 200 juta.


"Menurut informasi dari lapas, kalau bayar denda kemungkinan bebasnya bulan Maret ini", katanya.


"Pembayarannya tadi (kemarin,red). Langsung  diserahkan oleh pihak keluarga atas nama M. Zaherman yang diantar langsung ke Kejari Merangin,"ungkap Arliansyah.


"Denda 200 juta itu subsider masa kurungan 4 bulan. Akan tetapi yang bersangkutan memilih untuk membayar denda. Jika tidak membayar denda yang bersangkutan akan menjalani kurungan sampai Agustus mendatang,"Sebutnya.


Pembayaran tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. No 2450 k/pid.sus/2012 tanggal 02 April 2013 yang tetap menjatuhkan hukuman kepada terpidana Arfandi Ibnu Hajar yang dinyatakan bersalah dengan putusan enam tahun penjara, uang pengganti 2,5 Miliar subsider tiga tahun dua bulan, dan denda sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsider 4 bulan kurungan.


Terhadap uang yang telah diterima, pihak Kejari juga telah menyetorkan ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak.


Dilanjutkannya, pembayaran denda tersebut berkaitan dengan tindak pidana Korupsi Pengelolaan atau Penggunaan Dana APBD Kabupaten Merangin khususnya terhadap Belanja Bantuan Sosial Belanja Makan Dan Minum Serta Belanja Bahan Bakar Minyak / Gas (BBM) Tahun Anggaran 2007 lalu.


"Ya, berdasarkan hasil Audit BPK RI perwakilan Provinsi Jambi tahun 2010. Negara dirugikan sebesar Rp. 7.279.222.250,- (tujuh milyar dua ratus tujuh puluh sembilan juta dua ratus dua puluh dua ribu dua ratus lima puluh rupiah) pada lingkup Setda Merangin," pungkasnya.


Saat ditanya kepastian tanggal keluarnya Arfandi pihaknya belum bisa memastikan.


"Itu yang pas jawab bagian lapas di Jambi lah. Kalau untuk sampai hari ini beliau masih menjalani hukuman",tutupnya. (Hadi)