-->

March 18, 2021

Empat Bulan Disidik, Berkas Perkara Dugaan Korupsi APBDes Keroya Dilimpahkan Ke Kejari Merangin

 

Proses pelimpahan di ruang Pidsus Kejari Merangin, Selasa (16/3/2021)

Tintajambi.id-- Kasus Ismail (45) tersangka dugaan penyelewengan APBDes Keroya Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin memasuki babak baru usai empat bulan dilakukan penyidikan.


Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Merangin melimpahkan berkas perkara yang bersangkutan ke pihak Kejari Merangin setelah dinyatakan lengkap alias P21, Selasa (16/3/2021).


Selain beberapa barang bukti surat termasuk dokumen APBDes tahun 2019 dan dokumen pencairan, pihak Polres juga menyerahkan tersangka dalam proses pelimpahan tahap II ini.


Berita terkait: 

Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Kepala Desa Keroya Ditahan Pihak Kepolisian


Kades Keroya Dikabarkan Sempat Jual Rumah Untuk Suksesi Pilkades, Sebelum Akhirnya Ditetapkan Tersangka


Hal tersebut disampaikan Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy P. melalui Kasubbag Humas, Iptu Edih.


“Ya, kita telah melaksanakan penyerahan tahap II perkara Kades Keroya Kecamatan Pamenang,” ujar Iptu Edih pada Rabu (17/3/21).


Tersangka sendiri disangka melakukan tindakan melawan hukum bakal dikenakan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Untuk diketahui perkara yang menjerat tersangka Ismail ini, menurut auditor Inspektorat telah merugikan negara mencapai angka Rp 390 jutaan.


Sebelum ditindak aparat, yang bersangkutan telah coba mengembalikan uang temuan hasil audit melalui Bank 9 Jambi pada 22 Juni 2020 namun hanya sebagian.


Lebih lanjut menurut informasi yang didapat tim tintajambi.id saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, Ismail sampai nekat menjual rumah yang ia dan keluarga diami selama ini. (Hadi).