-->

March 07, 2021

Milad ke Tiga, Pejuang Subuh Merangin Launching Program Infaq Beras dan Membagi Kisah Perjalanan

 

Para anggota Pejuang Subuh Merangin saat sesi foto bareng/tintajambi.id


Tintajambi.id--Komunitas Pejuang Subuh Merangin (PSM) meluncurkan program infaq beras pada momentum miladnya yang ke-3 di Masjid Al Muhajirin kota Bangko, Ahad subuh (7/3/2021).


Program sosial tersebut nantinya akan diperuntukan untuk membantu para kaum dhuafa, mustadh'afin dan gharim serta pihak yang membutuhkan di Merangin.


H.Rudi yang diamanati sebagai koordinator mengatakan bahwa penyaluran akan dilakukan baik secara berkala maupun insidental.


"Kita akan salurkan sesuai jadwal dan bisa saat sewaktu-waktu diperlukan. Masyarakat yang ingin berinfaq silakan bisa diantar langsung ke sekre kami di jalan kesehatan tepatnya disebelah Hotel Permata atau bisa juga kami jemput", paparnya saat sambutan.


Rundown acara kemudian dilanjutkan penyerahan beras oleh Kepala Kantor Kemenag kepada muallaf dari Suku Anak Dalam Nalo Tantan secara simbolik disaksikan puluhan jamaah yang hadir.



Usai acara tausyiah dan sarapan bersama, Afriandi selaku Ketua PSM mengaku milad tahun ini terasa makin spesial karena diselenggarakan di masjid dimana dahulu ia bertolak melakukan ridding subuh berjamaah pertama kali.


"Temanya ini sholat subuh seramai sholat jum'at. Dan di masjid ini (Masjid Al Muhajirin,red) awal dulu kami mulai", sebut Afriandi saat dibincangi media ini.


Kemudian, Andi begitu akrab ia dipanggil, juga menceritakan soal awal mula PSM ini terbentuk.


"Tahun 2018 kami ada berempat dari komunitas anak motor Merangin yang tentu hobi motoran, merasa pengen hijrah sekaligus memakmurkan masjid. Jadi kami niatkan untuk sholat subuh dengan cara ridding keliling masjid tiap subuh minggu", ujarnya membuka cerita.


Kendati tujuannya sekedar untuk memakmurkan masjid, namun apa yang ia lakukan sempat mendapat cibiran dan respon negatif dari beberapa orang.


"Untunglah ada kak tuo Hardi ni, sejak ada bang Hardi ni dak ada lagi yang komen-komen sinis. Sekarang yang gabung juga sudah banyak", tuturnya sambil menepuk pundak Hardi dibarengi tawa lepas.


Lebih lanjut, pria yang memilih tak menamatkan pendidikan S1-nya di STIMIK Jambi tersebut tak dapat menyebut pasti saat ditanya berapa masjid di Merangin yang sudah disinggahi bersama teman-temannya.


"Rasonyo kalo untuk di seputaran Bangko ini kayaknya sudah selesai semua. Di SPC pernah, di Pamenang juga pernah. Kini fokusnya ke sosialah lagi"


Demi melengkapi perjalanan spiritualnya, ia dan rekan seperjuangannya juga sedari awal mulai belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama termasuk salah satunya ke Ustad Ifrianto.


"Kami-kami ini basic pesantrenkan tidak ada. Tapi kami yakin Allah akan memudahkan jalan untuk hamba-Nya yang mau belajar. Sekarang juga masih ada yang baru tahap iqro' 5, ada juga yang sudah Al Quran, Alhamdulillah", kisahnya.


Selian itu ia bercerita bila pernah mengutus satu orang untuk ridding ke KM 0 Sabang dengan membawa spanduk bertuliskan 'Sholatlah Anda Meskipun Anda Bukan Orang Baik' dan rame-rame tour wisata masjid ke Sumbar pakai motor.


Sementara untuk menyokong kegiatan, PSM menerapkan celengan sedekah subuh yang dikumpulkan tiap awal bulan.


"Untuk operasional ada dana celengan dari teman-teman ", pungkasnya.


Kedepan pihaknya berharap masjid-masjid bisa makin makmur dan menjadi pusat penempaan mental generasi Islam yang religius dan intelek.


Dalam acara milad ini selain Kakan Kemenag, hadir pula anggota Pejuang Subuh dari Jambi. (Hadi)