-->

July 14, 2021

Kadus Desa Keroya Tak Tersentuh, Pihak Kecamatan Pamenang Sudah Turun Ke Desa Tapi Sekedar Hadiri Musdes

Tintajambi.id- Meski kasus dugaan cacat administrasi terhadap dua orang Kepala Dusun Desa Keroya Kecamatan Pamenang Merangin berinisial R dan S telah ramai diperbincangkan namun pihak kecamatan tak kunjung melakukan tindakan terukur.


Pasalnya, pihak kecamatan yang hadir ke Keroya diwakili oleh Mukti Kasi PMDK dan Anwar di hari yang dijanjikan untuk Binwas nyatanya tak lebih hanya sekedar menghadiri Musyawarah Desa (Musdes) dan cek hasil pembangunan fisik semata.


"Tadi acara Musdes Hasbi, dan langsung ngecek fisiknyo" ucap Anwar, Senin (12/7).


Kemudian ketika disinggung masalah pengangkatan Kadus yang diduga menyalahi aturan tersebut dirinya bilang masih menunggu SK diantar ke kantor camat.


"Masalah SK perangkat Desa Keroya tadi belum dapat dengan abang, besok (Selasa, 11/7) diantar ke kantor camat" tambahnya, sementara Mukti yang juga hadir tak pernah memberikan jawaban apapun saat dihubungi media ini.


Berita terkait : Kadus Desa Keroya yang 'Bermasalah' Juga Tak Luput dari Perhatian, Camat Pamenang: Jika Terbukti Salah Akan Kami Tindak





Padahal 6 Juli lalu, Camat Pamenang Habazoh kepada media ini mengatakan akan melakukan Bimbingan dan Pengawasan (Binwas) ke Desa Keroya untuk mengecek SK Kadus yang dimasalahkan bahkan mengancam akan memberikan tindakan.


"Tanggal 12 bulan ini kami akan turun langsung ke Desa Keroya, jika SK mereka 2020 sampai 2021, itu pasti tidak memiliki rekomendasi dari kami. Jika benar umur mereka tidak memenuhi syarat, nanti akan kami beri tindakan", ujar Camat kala itu.


Camat Pamenang sendiri saat dihubungi tidak membantah soal absennya ia ke Desa Keroya, ia berujar pada hari tersebut sedang mengikuti acara Paripurna di Aula Kantor DPRD Merangin.


"Abang rapat paripurna di DPRD yang ke Kroya diwakilkan dengan Kasi PMDK", Ucapnya melalui layanan pesan daring, Senin (12/7).


Hingga hari ini, Rabu (14/7) Anwar yang ditanyai lagi terkait pengantaran SK Kadus ke Kantor Camat tidak memberikan jawaban lagi.


Dikabarkan sebelumnya, Kadus yang berinisial R dan S saat menjadi kadus usia mereka sudah diatas 42 tahun dan diduga pula yang bersangkutan tidak memiliki ijazah SMU serta tak mengatongi  rekomendasi dari kecamatan saat diangkat.


Kadus tersebut diduga menyalahi aturan yang tertuang dalam Permendagri Nomor 83 tahun 2015 Permendagri 83 tahun 2015 pasal 2 ayat 2 huruf b tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.


Dimana persyaratan umum yang mengatur tentang syarat menjadi perangkat desa yakni pertama pendidikan paling rendah SMU sederajat, kedua umur 20-42 tahun, ketiga penduduk asli desa setempat dan ke empat harus memenuhi syarat administrasi. (Hs Sadikin/Hadi)